Kamis, 30 Januari 2014

senja di pelabuhan kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah...

untuk kekasihku, kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!

Senin, 27 Januari 2014

MAMA


Oleh Risma Dwi

Ufuk masih saja gelap
Seakan hal serupa dalam hati
Menjerit labuh di dalam jiwaku
Dengan angin yang bergulung-gulung
Di singgah sana subuh
Keningku melukis
Pedih di dalam hati
Keheranan mengulur
Bak orang-orang yang menahan bakul
Di punggung dan lamban
Mereka berkeringat dan kepanasan
Ya, aku sama halnya
Menjadi gadis yang sarat akan masalah
Masalah yang tak kunjung tuntas
Pening merajut luka
Otak bebal langkah padam
Melihat orang-orang itu
Datang serta menepuk bahuku
“Kamu anak kucing ya?!”
Patah sudah segalanya
Memang engkau tak mengurusku
Harus apa?
Bagaimana?
Tangisku meledak?
Tidak, bahwasanya
Restleting yang terbuka
Sekarang ku tutup dengan kancing hitam
Agar engkau tahu hatiku telah padam
Terguyur tangis yang menggebu

JIWA AYAH


Oleh Risma Dwi

Dera deru mobil di setiap pagi mengingatkanku
Jiwaku melayang dan melambung
Ku menapaki awan yang bergelombang
Ku lihat di atas yang semakin jauh
Keterawanganku menembus langit-langit kelabu
Dia..
Dia berdiri dan tersenyum
Tersenyum untuk melihatku tersenyum
Dengan sayatan hati yang sakit dan menyiksa
Dia masih tetap kekar dan berdiri
Ingin ku raih tangannya yang legam
Rasanya tapi seperti angin
Dia mengucap namun terasa di relung hati
Di hati mendengung keras suaranya
Bahwa dialah ayahku
Suara itu semakin menggempar
Namun dia semakin samar-samar berkabut
Lelaki itu bersembunyi di balik gelombang awan
Dan tiba-tiba mataku terbenam terbawa meteor-meteor magnet
Kubuka mataku perlahan dan mulai melangkah
Terlihat keranda hijau berurai air mata di sekelilingnya
Kubuka dan kulihat wajahnya
Indahnya melebihi wajah yang ada di mimpiku
Ku rangkul dan terisak menderu
Dan semua itu baru kusadari pagi ini
Sampai tiba dia akan kembali
Dan tidur selama-lamanya di bawah tanah
Dan aku akan hidup sendiri tanpa jiwa seorang ayahku yang mulya

Selasa, 21 Januari 2014

Untuk Orang Yang Ku Sayang

Cinta penuh kecemburuan 
Cinta penuh kesalahfahaman 
Cinta butuh pengertian dan perhatian 
Cinta itu full of color 
Warna-warni kehidupan di cinta 
Hitam cinta itu kekal 
Putih cinta itu suci 
Hijau cinta itu alamiah 
Biru cinta itu sedalam samudera 
Tapi kasih aku tak ingin 
Kelabu hadir di cinta kita 
Merapuhkan kekuatan cintamu padaku 
Tak pernah kuduga, karena cintaku kau jatuh 
Aku tak ingin lagi, menyakitimu tuk kesekian kalinya 
Maafkan segala kebodohanku, ku tak layak dapatkan cintamu 
Bagimu cintaku forbidden untukmu 
Bersamaku membuatmu tersiksa 
Kini kusadari semua kesalahanku 
Maafkan aku jika cinta ini hanya membuatmu terluka


Ketika Cinta Dalam Kerapuhan


Maafkanlah kekasih
Cinta ini menyakitimu
Cinta ini membuatmu terjatuh
Kekecewaanmu atas hati yang menggoreskan luka
Tak berniat sembilu menyayat dalam keramahan cintamu
Cinta ini tak seindah dulu lagi
Kala ambisi cinta terlampaui
Mungkin cinta tak sesuci hati kita lagi
Kuterjatuh menahaperihnya rasa sakitmu olehku
Tak pantas lagi kau maafkan aku
Meski ku memohon
Meski kuberharap kepada beribu-ribu bintang disana
Meski kumerintih
Tak ada gunanya lagi kudisini
Kuberharap sang Tuhan mendengar doaku
Maafkanlah aku dihatinya
Entah sampai kapan
Dihatinya terukir namaku seorang pengkhianat cinta
Pengkhianat.. Pengkhianat..
Akulah orang yang dibencinya
Pengkhianat cinta Itulah tahta yang pantas untukku
Untuk diriku seorang
Aku bukan Dewa cinta
Aku dewa yang terpinggirkan
Takkan ada cinta, cita dan kebahagiaan
Aku hanya laki-laki pemimpi
Semua takan pernah aku dapatkan
Kasih..
Kutuangkan curahan perasaan ini
Dalam lembaran hatimu
Agar kau tahu dan mengerti
Sebait kata yang ingin kuucap
Please for give me and I'm so sorry to you..