Senin, 03 Maret 2014

Bagan Tangkap

Setiap naik kapal penumpang antar pulau di Alor, saya sering berpapasan dengan salah satu alat tangkap pasif seperti gambar diatas. Orang Indonesia umumnya menyebut sebagai Bagan apung atau bagan rakit, sejujurnya agak menutupi jalur pelayaran didalam teluk Kalabahi ketika jumlah pemasangannya semakin banyak. Saya penasaran untuk mencari lebih banyak informasi terkait Bagan apung.  Setengah hari browshing sana baca sini, berikut ulasan mengenai bagan apung.
Bagan merupakan alat tangkap pasif namun ada beberapa jenis variannya menurut saya semi aktif.  Dibilang pasif karena cara pengoperasian alat tangkap ini tetap diwiayah yang sama yaitu dengan bagan tancap cara kerjanya menjebak atau lebih tepatnya memanfaatkan tingkah laku biota laut yang suka sekali dengan cahaya (fototaksis) dengan memanfaatkan lampu bohlam plus serangkaian genset atau petromak jika mau lebih irit, sedangkan bagan jenis yaitu bagan apung, kontruksinya mirip dengan bagan tancap saja tidak kontruksi bagian bawahnya adalah kapal, sehingga lebih leluasa berpindah dalam mencari ikan targetnya, cara kerjanya sama persis dengan bagan tancap. Well, bisa dikatakan bagan ini juga tergolong lift net atau jaring angkat. Bentuk bagian yang mengapung boleh apapun yang penting mengapung, namun prinsipnya menurut saya hanya terdiri dari 2 keyword saja untuk pengoperasiannya; Cahaya dan jaring angkat.
 Gambar 1. Bagan apung di Teluk Mutiara Alor (1), bagan apung di pulau Adonara Flores Timur (2) dan bagan tancap di tanjung redeb, Berau (3)
Bagan apung yang saya temui di Alor tidak menggunakan kapal tapi tetap saja bisa leluasa dipindah, karena menggunakan dirigen plastik atau streofoam untuk mengapung. Persis sekali seperti keramba jaring apung (KJA) dalam skala lebih besar tentunya.  Pengoperasiannya seperti dijelaskan sebelumnya menggunakan cahaya, seperti dijabarkan oleh Ayodhyoa (1981) dalam buku tingkah laku ikan yang saya berkumpul dibawah sinar cahaya dibedakan menjadi 2 kelompok. Kelompok yang memiliki sifat phototaksis positif, sedangkan yang kedua kelompok ikan yang mencari makanan (Feeding) di sekitar cahaya seperti plankton dan ikan-ikan kecil.
Pada percobaan Mitsugi (1974) mememukan beberapa kelompok ikan yang tertarik dan tidak tertarik dengan cahaya, yaitu :
  1. Ikan yang tertarik oleh cahaya (Fototaksis), antara lain : mackerel, sardin, cumi-cumi dan baracuda
  2. Ikan yang kurang tertarik oleh cahaya, antara lain : Ekor kuning (Caesionidae), Tuna dan Salmon
  3. Ikan yang takut oleh cahaya (photohobia) , antara lain : belut, kepiting, dan gurita
Berdasarkan hal tersebut tidak heran target jenis ikan yang umumnya didapat adalah teri (Stolephorus sp.) dan rebon (Mysis sp) sedangkan Hasil tangkapan sampingannya berupa ikan embang (Clupea sp.), layur (Trichiurus sp.), kembung (Rastrelliger sp.), selar (Caranx sp.), cumi-cumi (Loligo sp.) dan sotong (Sephia sp.) (Monintja dan Martasuganda 1991).
Kemudian aada penelitian dari Prof. H. Sudirman tahun 2003 bahwa waktu penyalaan lampu pada bagan itu mempengaruhi hasil tangkapan loh. Berikut tabelnya :
Waktu Penyalaan lampu pada bagan
Waktu kedatangangan ikan dan jenis ikan yang datang di bawah flatform bagan
Jenis-jenies ikan
Waktu kedatangan ikan dibawah bagan (Menit)
18:10 PM
Ikan-ikan kecil (unidentify)
Ikan teri
Cumi-cumi
Half beak
Ikan Terbang
Ikan buntal
10151845 55
70
22:00 PM
Ikan-ikan kecil (unidentify)
Ikan teri
Cumi-cumi
Ikan Terbang, Ikan buntal
9152022
02:00 AM
Ikan-ikan kecil (unidentify)
Ikan teri
Cumi-cumi
91619
02:00 AM
Ikan-ikan kecil (unidentify)
Ikan teri
Cumi-cumi
91619
Tabel diatas berdasarkan pengamatan visual, jadi yang umumnya terlihat pada jenis ikan-ikan yang dipermukaan air yang teridentifikasi, kembung, layang, dan tembang umumnya dikedalaman 20-30 m, sedangkan ikan selar diluar catchable area.
Hasil penangkapan bagan apung di Alor umumnya didominasi oleh jenis ikan Melus yang dijual dipasar lokal kalabahi. Sedangkan mengenai target ikannya di kabupaten tetangga seperti Lembata dan Flores Timur bagan apungnya digunakan untuk menangkap ikan tembang, layang dan melus yang diperuntukkan bukan hanya untuk konsumsi lokal di pasar melainkan juga menjadi konsumsi ikan lain atau sebagai umpan hidup seperti Cakalang pada kapal Pole and line (huhatei) atau kapal pancing lainnnya untuk penangkapan tuna. Jadi umpan yang didapatkan diusahakan tetap kondisi hidup dan fit hingga dijemput kapal pembeli tersebut. Harganya berbeda ketika dijual dalam kondisi fresh dan hidup, teridentifikasi tembang dalam kondisi hidup per ember berkisar 60-90 kg dihargai Rp.100.000/ember atau sekitar 5000 ekor tembang. Rata-rata 1 trip ketika musim puncak bisa mendapatkan 1500-2000 kg ikan tembang, musim sedang 1000-1500 kg dan musim apesnya mulai dari 50-300 kg, untuk jenis layang pada musim puncak 1000 kg, musim sedang 800kg dan paceklik 500kg, melus pada musim puncak 500 kg,  sedangkan jenis ikan melus pada musim puncak bisa menangkap 200-300kg/trip dan musim pacekliknya cukup puas dengan 60-100 kg.
Jadi sebagian besar nelayan dengan alat tangkap pole and line cukup bersimbiosis mutualisme dengan nelayan bagan apung ini dalam upaya peningkatan produksi perikanan cakalang dan tuna. keberadaan bagan apung sebagai penyedia umpan hidup mendorong efisiensi penangkapan Cakalang dan tuna. Seperti artikel sebelumnya mengenai huhatei, kecenderungan peningkatan produksi Cakalang dan tuna ini melalui penambahan armada yang diiringi dengan penambahan jumlah trip penangkapan. Permintaan umpan hidup juga meningkat dari bagan-bagan apung yang ada. Pastinya nelayan bagan apung semakin semangat untuk menambah tripnya. Kemudian bagaimana daya dukung stock umpan hidup tersebut?
Ekosistem bakau merupakan salah satu kunci dalam mempertahankan siklus reproduksi ikan-ikan tersebut, mempertahankan keanekaragaman dan luasan bakau perlu menjadi prioritas kebijakan perikanan didaerah tersebut. Kemudian diiringi dengan adanya mekanisme kebijakan yang tegas dalam pembatasan armada atau trip dari alat tangkap huhatei dan bagan apung tersebut. Sejujurnya biarlah mekanisme pasar yang akan menaikan harga jual ikan dikarenakan penangkapan cakalang dan tuna yang semakin terbatas, yang terpenting perikanan yang ada tidak terbatas J. YG

Narasumbernya :
B.S. Mulyono, Taurusman. A.A dan Sudirman. 2010. Tingkah Laku Ikan : Hubungannya dengan Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap. Lubuk Agung. Bandung
http://anintasaraswati.blogspot.com/2011/01/makalah-bagan-apung.html

Profile SMKN 1 Mundu Cirebon

Untuk pertama kalinya sekolah ini berdiri dan beroperasi pada tanggal 1 Agustus 1965 berdasar SK Mendikbud No. 79/Dirpt/Bi/65, tanggal 8 Juli 1965 dengan nama Sekolah Teknologi Menengah Perikanan Laut (STM-PL) Negeri Cirebon, berlokasi di Jalan Pasuketan No. 15 Kodya Cirebon, dengan dua jurusan, yaitu:
1.   Teknik Penangkapan Ikan (TPI)
2.   Processing/Pengolahan Ikan  (PI)
Pada tahun 1973, berpindah alamat ke Jalan Kalijaga Mundupesisir No. 01 Cirebon.  Berdasarkan SK Mendikbud No. 0298/0/1976, tanggal 9 Desember 1976,  berganti nama menjadi Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMT Pertanian) Negeri Cirebon, dengan dua program studi, yaitu
1.  Teknologi Penangkapan Ikan (TPI)
2.  Teknologi Hasil Pertanian (THP)
 

Pada tahun ajaran 1988/1989 dibuka program studi baru, yaitu Budidaya Ikan (BI). Pada tahun 1997 seluruh sekolah kejuruan (STM,SMEA,  SMKK,  SMT Pertanian dan sejenisnya) diseragamkan namanya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sejak itu SMT Pertanian Negeri Cirebon berrganti nama menjadi SMK Negeri 1 Mundu Cirebon dan membuka 2 program keahlian baru yaitu : Teknika Kapal Penangkapan Ikan (TKPI) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

.: Identitas Sekolah :.

NPSN : 20214795
NSS : 581021709001
Nama Sekolah : SMKN 1 MUNDU CIREBON
Tahun Dibuka : 1965
Tahun Akhir Renovasi : 2012
Alamat : JL. Raya Mundu Pesisir No. 01
Desa/Kelurahan : Mundu Pesisir
Kode Pos : 45173
Kecamatan : Kecamatan Mundu
Kabupaten : Kabupaten Cirebon
Provinsi : Propinsi Jawa Barat
Status Sekolah : Negeri
Bentuk Sekolah : Biasa/Konvensional
Jenis Sekolah : SMK
Jarak Sekolah Sejenis : 1 km
Waktu Penyelengaraan : Pagi
Sertifikasi ISO : 9001:2008
Latitude : -6.750599286626908
Longitude : 108.58911663293839

.: Dokumen dan Perijinan :.

No. SK Pendirian : 79/Dirpt/BI/1965
Tgl. SK Pendirian : 07-08-1965
No.SK Akhir Sekolah : 79/Dirpt/BI/1965
Tgl. SK Akhir Sekolah : 07-08-1965
Akreditasi : Terakreditasi A
No. SK Akreditasi : 00200/536/BAN-SM/XI/2010
Tgl. SK Akreditasi : 09-11-2010

.: Program Keahlian :.

1.  Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
2.  Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI)
3.  Agribisnis Perikanan (AP)
4.  Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPi)
5.  Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)

.: Kontak :.

Telpon : 0231-510385 atau 0231-510956
No. Fax : 0231-510385
Email : smk1mundu@yahoo.co.id
Website : www.smkn1-mundu.sch.id

Senin, 24 Februari 2014

5 Gedung pencakar langit tertinggi di dunia


Negara-negara maju berlomba untuk membangun gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Keberhasilan mereka dalam membangun gedung-gedung megah tersebut menjadi simbol kesuksesan dan gengsi mereka di mata dunia. Gedung-gedung ini juga masuk dalam daftar lima bangunan tertinggi di dunia. Penasaran? Berikut adalah lima gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Yuk simak bersama!


1. Burj Khalifa: Dubai, Uni Emirat Arab

Burj Khalifa atau yang dikenal sebagai Burj Dubai, adalah sebuah gedung pencakar langit tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 829,8 meter. Pembangunan gedung ini dimulai pada tanggal 21 September 2004 dan diselesaikan pada tanggal 1 Oktober 2009. Bangunan ini kemudian resmi dibuka untuk umum pada tanggal 4 Januari 2010.
2. Abraj Al Bait: Mekkah, Arab Saudi
Abraj Al Bait Tower atau juga dikenal sebagai Mecca Royal Hotel Clock Tower, adalah sebuah kompleks bangunan di Mekkah, Arab Saudi. Menara ini menjadi bagian dari King Abdulaziz Endowment Project yang berusaha untuk memodernisasi kota dalam upaya melayani jamaah haji yang datang ke Mekkah. Gedung pencakar langit ini juga dinobatkan sebagai menara jam tertinggi di dunia.
3. One World Trade Center: New York, Amerika Serikat

One World Trade Center juga dikenal dengan sebutan 1 World Trade Center atau 1 WTC. Gedung megah ini sebelumnya dikenal sebagai Freedom Tower atau Menara Kebebasan. Ini merupakan bangunan utama dari kompleks World Trade Center yang baru di Lower Manhattan, New York City. Pada tanggal 10 Mei 2013, komponen terakhir dari puncak menara pencakar langit ini akhirnya dipasang dan membuat One World Trade Center menjadi bangunan tertinggi di barat.
4. Taipei 101: Taipei, Taiwan
Taipei 101 sebelumnya dikenal sebagai Taipei World Financial Center. Gedung pencakar langit yang terletak di Distrik Xinyi ini menjadi landmark paling terkenal di Taipei, Taiwan. Bangunan ini sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 2004 sampai pembukaan Burj Khalifa di Dubai pada tahun 2010.
5. Shanghai World Financial Center: Shanghai, China
 Shanghai World Financial Center terletak di distrik Pudong di Shanghai, China. Ini dirancang oleh Kohn Pedersen Fox dan dikembangkan oleh Mori Building Company bersama dengan Leslie E. Robertson Associates. Gedung pencakar langit ini dilengkapi dengan ruang-ruang yang digunakan untuk kantor, hotel, ruang konferensi, dek observasi, dan pusat perbelanjaan. Park Hyatt Shanghai menjadi bagian dari hotel yang berada di puncak menara, yang terdiri dari 174 kamar dan suite.

Inilah gedung-gedung yang masuk dalam daftar lima gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Berminat untuk mengunjungi mereka?
Merdeka.com




Senin, 03 Februari 2014

Memendam Rasa

Telah lama kita jadi teman biasa.. 
Tak pernah ada rasa cinta.. 
Seiring dengan waktu ada rasa mengganggu.. 
Aku tak tahu mengapa ada rasa cemburu.. 

Rasa yang tak biasa tapi luar biasa.. 
Ada rasa yang mesra disaat kita berdua.. 
Mungkin ini cinta.. 
Yang mengusik pertemanan kita.. 

Ku coba menepis tapi aku tak bisa.. 
Haruskah ku berdusta pada hati dan rasaku ini..?? 
Sampai kapankah aku mampu memendam rasa..?? 
Yang semakin dalam.. 

Telah lama kita jadi tema biasa.. 
Kini ada rasa cinta..

Kamis, 30 Januari 2014

senja di pelabuhan kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah...

untuk kekasihku, kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!

Senin, 27 Januari 2014

MAMA


Oleh Risma Dwi

Ufuk masih saja gelap
Seakan hal serupa dalam hati
Menjerit labuh di dalam jiwaku
Dengan angin yang bergulung-gulung
Di singgah sana subuh
Keningku melukis
Pedih di dalam hati
Keheranan mengulur
Bak orang-orang yang menahan bakul
Di punggung dan lamban
Mereka berkeringat dan kepanasan
Ya, aku sama halnya
Menjadi gadis yang sarat akan masalah
Masalah yang tak kunjung tuntas
Pening merajut luka
Otak bebal langkah padam
Melihat orang-orang itu
Datang serta menepuk bahuku
“Kamu anak kucing ya?!”
Patah sudah segalanya
Memang engkau tak mengurusku
Harus apa?
Bagaimana?
Tangisku meledak?
Tidak, bahwasanya
Restleting yang terbuka
Sekarang ku tutup dengan kancing hitam
Agar engkau tahu hatiku telah padam
Terguyur tangis yang menggebu